Jumat, 12 September 2008

Seleksi

Pengertian seleksi

l Pemilihan seseorang tertentu dari sekelompok karyawan- karyawan potensial untuk melaksanakan suatu jabatan tertentu.

l Serangkaian langkah kegiatan yang digunakan untuk memutuskan apakah pelamar diterima atau tidak.

Proses seleksi tergantung pada 3 masukan penting.

  1. Informasi analisis jabatan, memberikan deskripsi jabatan,spesifikasi jabatan & standar standar prestasi yang disyaratkan setiapa jabatan
  2. Rencana – rencana sumber daya manusia, memberitahukan kepada manajer personlia bahwa ada lowongan pekerjaan.
  3. Penarikan,sangat diperlukan agar manajer personalia mendapatkan sekelompok orang yang akan dipilih

Tantangan-tantangan proses seleksi

  1. Tantangan-tantangan suplai

Semakin besar jumlah pelamar yang Qualified maka akan semakin mudah bagi departemen personalia untuk memilih karyawan baru yang berkualitas,begitu juga sebaliknya.Keterbatasan suplai ini dapat diukur dengan ratio seleksi. Ratio seleksi merupakan hubungan antara jumlah pelamar yang diteima dan jumlah total pelamar yang tersedia. Rumus ratio :

Ratio seleksi =

  1. Tantangan ethis

Atau yang biasa disebut sistem keluarga (family system) dalam proses seleksi atau penerimaan karyawan. Keputusan-keputusan seleksi sangat dipengaruhi oleh etika mereka. Penerimaan karyawan baru karena hubungan keluarga,pemberian komisi dari kantor penempatan tenaga kerja,atau karena suap.

  1. Tantangan-tantangan Organisasional

Proses seleksi bukan merupakan tujuan akhir, tetapi prasarana dengan mana organisasi berupaya untuk mencapai tujuan-tujuan dan sasaran-sasarannya. Sebagai contoh,kebijakan organisasi untuk lebih memilih calon karyawan laki-laki dibanding wanita (diskriminasi jenis kelamin) meskipun tidak tertulis,akan menghambat proses seleksi yang wajar.

Langkah-Langkah/Prosedur Dalam Proses Seleksi

  • Penerimaan pendahuluan pelamar
  • Tes-tes penerimaan
  • Wawancara seleksi
  • Pemeriksaan-pemeriksaan refensi
  • Evaluasi Medis (Tes Kesehatan)
  • Wawancara oleh penyelia
  • Keputusan penerimaan

Senin, 01 September 2008

Analisis Strategi

Banyak perusahaan yang merumuskan analisis strategi atas operasi bisninsnya untuk menentukan letak kekuatan mereka dan untuk memilih strategi yang menawarkan arah yang menjanjikan untuk meningkatkan performa perusahaan.Era 1980an, dimana rata-rata pertumbuhan rendah karena banyak perusahaan yang menghadapi lingkungan bisnis yang bergolak, telah menempatkan perencanaan strategis sebagai hal yang paling diperhatikan oleh para manajer. Contoh dari kasus ini adalah perusahaan Union Carbide Corp, yang merupakan produsen kimia nomor dua di Amerika Serikat yang telah mengevaluasi kesempatan (opportunity) dalam bisnis dan membentuk rencana strategisnya untuk dekade 1980an. Analisis Strategi yang dihasilkan dalam enam segemen bisnis telah dipilih sebagai area kunci pertumbuhan: graphite electroda, baterai, benih dan bahan kimia untuk tanaman, polythetylene, gas industri, dan sekelompok bahan kimia. Manajemen memangkas beberapa bisnis dan menggunakan bisnis lainnya untuk menghasilkan kas. Rencana strategis ini mencerminkan diversifikasi dari bahan kimia dan sebagai hasil dari pertukaran atas sumberdaya yang langka. Manajemen dari berbagai area bisnis akan dinilai berdasarkan kriteria performa yang ditentukan dalam rencana strategis (misalnya pertumbuhan, penghasilan kas).

Melalui beberapa rencana strategis yang mengarah pada peningkatan profitabilitas dan melanjutkan pertumbuhan, perusahaan ini telah menempatkan dirinya sebagai perusahaan dengan masa depan yang menjanjikan. Pada awal 1981, laba telah meningkat dengan signifikan dibandingkan dengan tahun 1979, walaupun dalam lingkungan ekonomi yang lesu pada saat itu.

Inti dari analisis strategi adalah memandang unit bisnis perusahaan sebagai sebuah portofolio yang menampilkan serangkaian kesempatan, risiko, dan tantangan manajemen. Tugas strategis adalah untuk memutuskan bagaimana mengelola setiap unit bisnis sehingga performa total dari perusahaan bisa ditingkatkan. Dalam sebuah perusahaan yang memiliki lebih dari satu unit bisnis, manajemen harus memutuskan bagaimana cara mengalokasikan sumberdayanya untuk setiap area bisnis. Pilihan ini bisa saja memberikan dorongan bagi pertumbuhan pada beberapa segmen bisnis, mengelola segmen bisnis lainnya agar bisa memperoleh aliran kas, dan bahkan menghapuskan unit bisnis bila performa masa depannya diperkirakan tidak bagus bagi manajemen. Bab ini akan membahas beberapa metode analisis strategi yang populer. Setiap pendekatan akan dijabarkan, panduan penggunaannya akan dibahas, informasi yang dihasilkan melalui analisis akan diidentifikasi, dan kekuatan dan kelemahan setiap metode akan diidentifikasi.

Selasa, 26 Agustus 2008

Pengantar Ilmu Administrasi Bisnis

A.Latar belakang Administrasi Kebutuhan Manusia = Tidak Terbatas 1.Ditunda 2.Di wujudkan dlm usaha Nyata Keseluruhan Proses dari kerjasama sekelompok orang dari organisasi disebut administrasi. Istilah administrasi yaitu rangkaian kegiatan menghimpun, mencatat, mengelolah, menggandakan, mengirim & menyampaikan informasi yang diperlukan dalam setiap usaha kerjasama. Kegiatan di golongkan sebagai administrasi mencakup : 1.Dilakukan oleh sekelompok orang ( 2 orang atau lebih) 2.Berlangsung dalam suatu kerjasama 3.Dimaksud untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan Manajemen sumber daya manusia telah tumbuh dalam nilai strategis pada berbagai organisasi.kualitas hidup di organisasi dapat ditandai dengan komitmen kerja, tingginya kepuasan kerja, tingginya motivasi kerja dan tingginya kinerja. Tujuan organisasi bisnis adalah untuk memperoleh laba soptimal mungkin. Organisasi bisnis di dalam melaksanakan mengenal 2 orientasi. Yang pertama berorientasi tugas dan yang kedua berorientasi kemanusian atau keduanya. B.Barang & Jasa Yang dimaksud dengan barang adalah segala sesuatu yang dapat dipegang, dilihat, dicium, jika sesuatu yang tidak dapat dipegang disebut jasa. Produk dapat dibedakan menjadi : 1.Produk utama : suatu produk yang berdiri sendiri & tidak mempunyai produk pengganti di dalam mengkonsumsinya 2.Produksi pengganti : Produk yang dapat menggantikan produk utama manakala produk utama tdk ada 3.Produk penggenap : Suatu produk yang sifatnya melengkapi produk lain 4.Produk netral : Produk yang tidak mempunyai kaitan dengan produk lain 5.Produk superior : Suatu produk yang diminati oleh orang yang mempunyai penghasilan tinggi di kelasnya 6.Produk interior : Suatu produk yang dianggap rendah oleh orang lain dan sangat disukai oleh yang berpenghasilan rendah 7.Produksi esensi : Suatu Produk yang sangat penting artinya konsumsi masyarakat sehari-hari (Produk pokok) seperti beras, gula, kopi, tepung 8.Produk normal : Suatu produk yang berhubungan positif dengan pendapatan 9.Produk gifen : Suatu produk bersifat positif antara harga & jumlah produk yang diminta C.Sumber daya manusia Sumber daya manusia yang ada didalam organisasi umumnya terdiri dari: 1.Sumber daya manusia tidak ahli 2.Sumber daya manusia semi ahli 3.Sumber daya ahli Sumber daya manusia yang ada di dalam organisasi harus mempunyai kualifikasi tertentu agar kinerja organisasi dapat berjalan efektif & efisien, oleh karena itu sumber daya manusia harus: A.Mempunyai kepandaian & keahlian yang sesuai dg bidang yang akan diterjuni secara cekatan dalam melaksanakan tugasnya B.Mempunyai motivasi yang tinggi C.mempunyai sifat mau bekerja sama dalam suatu tim kerja secara kompak D.Selalu mementingkan kelompok kerjanya E.Disiplin dan taat aturan serta mengerti tentang waktu kerja yang menjadi kewajiban & haknya F.Mempunyai sifat netral, terbuka & obyektif serta adil G.Tdk mudah meremehkan orang lain & selalu menghargai orang lain H.Mengerti prinsip dasar persamaan & perbedaan manusia D.SIM Suatu sistem yang menyediakan semua data yang terpilih untuk manajemen dalam melaksanakan tugasnya pada saat yang tepat & dalam bentuk yang memberikan inspirasi untuk membuat keputusan secara efektif & efisien. Untuk bekerja secara efektif, orang orang yang ada di dalam organisasi memerlukan informasi. Informasi adalah suatu fakta, datum, observasi, persepsi, angka gambar, peta atau hal- hal lainnya yang menambah pengetahuan seseorang. Macam- macam informasi : 1. Informasi operasi i. Manufaktur ii. Persediaan iii. Upah dan gaji iv. Harta dan peralatan v. Penjualan dan piutang vi. Keuangan 2. Informasi akuntansi keuangan 3. Informasi akuntansi manajemen E. Manajer Dan Pemimpin Manajer adalah orang yang mampu membuat keputusan sedangkan pemimpin orang yang mampu mempengaruhi orang lain untuk memenuhi keinginananya. Perbedaan antara manajer dan pemimpin adalah tidak semua pemimpin menjadi manajer tetapi manajer bisa menjadi pemimpin. Untuk menjadi visioner diperlukan : 1.Komunikator 2.Inspirasi 3.Strategi Delegasi wewenang lebih ditunjukan kepada manajer, bukan kepada pemimpin. Dari Berbagai Sumber

Kamis, 21 Agustus 2008

Nilai Knowledge

Knowledge salah satu kunci penggerak dari nilai organisasi bisnis.salah satunya teknologi. Apa yang menjadi inovasi & perubahan dalam perkembangan?. Knowledge pada dasarnya tidak mempunyai nilai & kecuali dalam kasus pengecualian terbatas yang kita tentukan. Komputer salah satu penunjang dalam knowledge. Knowledge sulit diperkirakan karena persolan dasar. Ketika knowledge dimunculkan era baru dan dapat dibuat lebih efisien. Menggunakan knowledge mengerjakan segala sesuatu menjadi lebih baik. Jika knowledge adalah kunci untuk gerakan yang efektif dalam organisasi yang baik, kita memerlukan harapan.

Untuk memberi tahu bagaimana pengorganisasian sistem kerja kita juga dapat menunjukan bahwa usaha manajemen knowledge menghasilkan lebih banyak keuntungan daripada pengeluaran. Nilai knowledge tergantung wakru. Tentang knowledge di jalankan dengan bagus maka akan memperoleh hasil yang bagus. Sebagai knowledge yang baru dapat digunakan utk berbagai tujuan seperti kehidupan sosial. keuntungan sosial dapat melebihi keuntungan pribadi.

Dalam teori ekonomi, Schumpeter berpendapat bahwa inovasi dan entrepreneurship mendasari sistem kapitalis revolusi struktur ekonomi yang terus menerus. Proses kehancuran kreativitas adalah fakta pokok tentang kapitalisme (Elliot,1980) Demikian pula marx menegaskan bahwa kapitalisme adalah proses dinamis revolusi system yang berulang-ulang dan hubungan antara produksi dan masyarakat. Schumpeter melihat innovator sebagai penggerak utama. Menurut marx & Engels, Kaum berjouis sebagai kelas sosial. Inovasi baru menghancurkan nilai knowledge jaman dulu dan merubah institusi sosial yang mendifinisikan nilai dengan sosial.

Sepanjang tahun 1990 strategi organisasi, memusatkan pada kemampuan dan kemampuanorganisasi yang mendasari manfaat kompetisi (barney, 1997, teece,Pisano & shuen, 1997, Tuomi, 1998) Satu kunci kemungkinan kemampuan organisasi tergantung pada kemampuan karyawannya. Oleh karena itu pengukuran ketrampilan dalam organisasi telah dipandang sebagai suatu aspek kritis menyangkut sistem organisasi.

Pengukuran modal manusia pada organisasi adalah berhubungan erat dengan awal usaha. Menurut studi terdapat tiga pendekatan umum untuk mengukur modal manusia. Yang pertama melihat sertifikat dan pendidikannya, yang kedua menguji kemampuannya sampai sejauh mana, yang ketiga menilai kenaikan hasil produksi berdasarkan prestasi.

ames Quinn berpendapat bahwa database tidak terukur. Apabila kita mengetahui pemahaman tekologi , jaringan komunikasi, pengetahuan pemasaran, menjadi asset perusahaan. Quinn mengatakan : Nilai kontribusi jasa adalah sering tersamar (atau diperlakukan hanya sebagai suatu biaya) dengan konvensi akuntansi yang mengalokasikan semua manfaat ke output produk. Secara meningkat akuntansi dan konvensi pengukuran sedang mendorong ke arah praktek managerial yang lemah dan untuk aturan sesat nasional... konvensi ini, terancang pada masa lalu, berasumsi bahwa modal bukanlah bakat atau intelektual yang sumber dayanya dalam kekurangan ( Quinn, 1992:243). Walaupun konvensi perhitungan yang sekarang tidak menciptakan informasi yang akan diperlukan untuk membuat investasi efektif tak terukur, beberapa literatur terbaru pada intelektual dan pengetahuan telah berargumentasi bahwa apa pasar lakukan, sesungguhnya, menaksir nilai harta organisasi yang tak berwujud ( e.g., Edvinsson& Malone, 1997; Sveiby, 1997; Strassmann, 1998; Stewart, 1997). Satu sumber gagasan ini adalah pengamatan James Tobin's nilai pasar perusahaan jarang mencerminkan nilai tentang ketetapan dan asset keuangan mereka. Tobin's Q, perbandingan antara harga pasar suatu perusahaan dan nilai ganti tentang aktiva tetapnya , adalah suatu ukuran perbedaan ini ( Tobin, 1978).

Gagasan Tobin's telah dikembangkan lebih lanjut. Jika bursa saham menilai suatu hak perusahaan, perbedaan antara harga pasar dan nilai buku bisa diambil sebagai ukuran yang disederhanakan menyangkut nilai tentang harta tak berwujud nya